Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

TEORI JERUK NIPIS "Allah tak pernah iseng"

ALLAH TIDAK PERNAH ISENG . . Mari, kita bermain imajinasi sedikit dengan teori Jeruk Nipis. . Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak kekuningan. . Lalu, Jeruk tersebut Anda potong jadi dua. Kemudian, pegang salah satunya dan peraslah.... Sampai air tetesannya mengucurr.... . Apa yang Anda rasakan..? Ngilu merasakan asam bukan...? Setiap tetesannya membuat Anda menelan ludah. Kalau imajinasi Anda kuat, sekarang Anda sedang menelan air liur, saking asamnya, betul? . Padahal, jeruknya tidak ada.... Tapi, rasa asamnya terasa hingga Anda harus menelan ludah. . Jika Anda merasakan kejadian serupa, itulah yang disebut TEORI JERUK NIPIS. . Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan. Apa yang dipikirkan, itulah yang jadi kenyataan. . Sehingga, jika kita sedang menghadapi masalah, lalu kita berpikir yang aneh-aneh, maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop... Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi.... . Padahal, semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi. ...

DIRIMU DALAM MEMORY

Kehadiranmu membuatku membaiatkan seluruh hatiku, Hingga ketika dirimu harus pergi,ku tak sanggup,benar2 tak sanggup😢 Dirimu memberi arti tentang makna kehidupan yang sesungguhnya. Keberadaanmu memberi jalan indah menuju cinta sejatiku, Ikhlas dan syukur sebagai momentum Indahnya proses penghijrahan, ALLAAHU AKBAR😇 Terima kasih telah sekali lagi mampir dalam hidupku, Terima kasih telah lagi dan lagi memberi kesempatan mendekapmu dalam selimut tasbih , Kugenggam asa dirimu akan kembali lagi bersamaku, Meniti setiap kelokan, Mengevaluasi tutur maupun sikap, Hijrah menuju fitrah insani. Tak lelah jiwa berharap kita dipertemukan kembali, Meski kutahu bahwa DIA belum tentu berkenan atas harapku, Namun kukan tetap mendekapmu dalam doa panjangku, Berbalut iman dan ikhlas... Kutunggu hadirmu kembali dalam setia, Yaa Ramadhan Kariem😇🧕🏻 #merinduNYAserindurindunya

Rindu yang pedih

Hening sunyi menekan rindu, Kelam malam mencipta haru, Rasa padamu terurai pilu, Hingga tersimpul asa kembali bertemu denganmu, Jatuh, Bangkit, Jatuh lagi, Kemudian tetap bangkit, Demi sang maha pemberi hidup, Keberadaanmu yang sekejap, Perlindunganmu yang memberi ketenangan, Kasih sayangmu yang tulus, Tak lagi menemani langkahku, Kuhanya mampu diam membisu, Merajut helai demi helai kebersamaan kita, Menyulam kembali kenangan yang pernah tercipta, Meski membuat hatiku semakin remuk, Seringkali kerinduan datang, Tatkala diri diliputi onak berduri, Terkadang kumeminta Allah segera mempertemukanku denganmu, Terkadang kuberbisik pada hatiku sendiri, Aku merindumu dan ingin bertemu denganmu, Rasanya aku tak mampu tanpamu Sayang, Nantikan aku di surgaNya, Bersabarlah.... Dan mintakan pada Tuhan, Agar dirikupun kuat menanti pertemuan kita berikutnya.