Apa Yang Dimaksud Dengan Sombong ?
Ada seorang lelaki dari sahabat Rasulullah berkata : “Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami ingin agar bajunya bagus, demikian pula sandalnya bagus, apakah itu termasuk kesombongan wahai Rasulullah?”.
Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Adapun kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia“ (HR. Muslim, no.91).
Tentu saja bagus disini dalam arti pakaian itu bukan termasuk barang yang berlebih lebihan baik harga maupun bentuk.
Jadi hakikat kesombongan bukanlah sekedar sifat sok pamer tetapi kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh manusia.
Menolak Kebenaran
Hakikat kesombongan yang pertama adlaah menolak kebenaran. Dan menolak kebenaranan disebut terlebih dulu oleh Rasulullah baru setelah itu merendahkan orang lain.
Jadi, menolak kebenaran adalah akar dari kesombongan. Kita bisa mengambil pelajaran dari perintiwa Iblis yang menolak perintah Allah. Menolak kebenaran. Menolak sujud kepada Nabi Adam ‘alaihissalam.
Seperti dalam firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah [2] ayat 34 :
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ 34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Merendahkan Orang Lain
Kesombongan kedua adalah karena orang yang ia remehkan itu miskin atau ia lebih rendah derajatnya dalam masalah ilmu dan amalan shalih.
Saudaraku, dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “cukuplah bagi seseorang itu keburukan, ia menganggap remeh Muslim yang lain” (HR. Muslim, no.2564).
Terkadang misalnya kita orang yang memiliki kekayaan, dan punya kelebihan. Ketika kita melihat orang miskin yang tidak punya kekayaan, kita pandang dia dengan pandangan yang remeh sekali. Ini lah bentuk meremehkan orang.
SU'UDZON
Su'udzon adalah buruk sangka, serta kebalikan dari kata tersebut ialah Husnuzan yang memiliki arti baik sangka. Dalam islam sendiri berburuk sangka itu hukumnya adalah haram, hal ini karena dapat keharmonisan dalam sebuah hubungan. Entah itu hubungan pertemanan, keluarga, ataupun rumah tangga. Dan Allah SWT juga telah memberi tahukan kepada umatnya supaya menghindari buruk sangka atau Suudzon, karena hal tersebut termasuk dalam dosa dan juga sombong. Dan secara personal, sifat buruk sangka itu sendiri dapat membuat seseorang menjadi curiga terhadap seseorang, dan dirinya menjadi tidak nyaman dengan seseorang.
Orang-orang yang memiliki sifat tersebut, maka dirinya akan selalu merasa terancam oleh sebuah bahaya, sedangkan sebenarnya hal tersebut tidak akan terjadi atau ada. Dan akibat dari suudzon sendiri dapat menimbulkan pikiran yang negatif pada diri seseorang, dan hal tersebut pastinya akan berdampak buruk bagi orang tersebut. Karena dalam pikiran orang tersebut selalu dipenuhi dengan hal-hal mencurigakan atau negatif terhadap seseorang, sehingga perasaannya tidak akan pernah tenang. Dan apabila hal tersebut tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap orang tersebut.
Dan dari penjelasan yang ada diatas ini juga telah didukung dengan adanya sabda dari Nabi Muhammad SAW yang telah diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. memberikan pesan terhadap umat islam supaya menghindari perasangka buruk, karena hal tersebut termasuk kedalam perkataan yang sangat dusta.
Komentar
Posting Komentar