Langsung ke konten utama

DIMANAKAH LETAK KEADILAN?

Belajar untuk ikhlas, Belajar untuk tulus, Melatih diri untuk senantiasa bersabar, Menerima semua yang telah terjadi sebagai garis kudrat Yang Kuasa. Meskipun rasa tak rela masih juga muncul. Tak rela ketika yang kutanam dipetik orang tanpa izin. Tak rela jika tanamanku direnggut orang lain tanpa konfirmasi. Tak rela jika yang kutanam dihancurkan orang2 tak bertanggung jawab. Berlatih mengaplikasikan "sadar diri" dalam kehidupan sehari-hari. Berlatih dengan penuh kesadaran diri,bahwasanya tiada seorang manusia di dunia ini yang sempurna hingga kuharus memaksakan semua orang berlaku seperti keinginanku. Berlatih menekan segala negatif thinking dan menggantinya dengan positif thinking. Berlatih untuk tak menyalahkan orang lain atas kemalangan yg menimpa diri. Meskipun terkadang jelas orang telah berlaku tak adil. Hingga hati kadang teriak, Ketika keadilan itu tercabik. Oh,keadilan.... Dimanakah kau tatkala mereka menyesakkanku? Kemanakah kau ketika mereka mengambil hakku? Keserakahan mereka kadang membuatku muak dan ingin berontak, Namun lagi2 keseimbangan rasa dan pikir merajai hati. Hati kecilku berbisik lirih, "kau tak perlu sedih dan kecewa,biarkan sj mereka. Toh,mereka semakin menampakkan aura aslinya. Biarkan mereka menjadi artisnya dan dirimu sebagai pemeran pengganti. Meskipun bayarannya kecil namun usahamu di mata Allah tak pernah diabaikan olehNya." Subhanallaaah, Begitu sempurnanya Dia sang maha pencipta, Yang telah menciptakan manusia dengan bermacam karakter. Ada si A yang gila jabatan hingga menghalalkan segala cara, Ada si B yang mau menonjol dan menjatuhkan orang lain. Dan ada si C yang menjadi korban si A dan si B. Naudzubillaahi min dzalik. Semoga kita terhindar dari kelompok orang2 yang akan merugi di akhirat kelak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laa Haula Walaa Quwata Illa Billaah

Entah apa lagi yang dirahasiakan olehNya, siang ini tanpa sengaja saya terjatuh dari motor gegara sang pengendara motor di depanku mendadak belok ke kanan tanpa tanda apapun. Astagfirullah al adziim, sebulan lebih sehari usia motorku. Pulang ke rumah kumenerawang intropeksi diri dan menghitung dosa2 yang telah kulakukan. Yah, begitu banyak dosa yang telah kulakukan ya Allah, musibah sekecil ini belumlah bisa menghapuskan kekhilafan yang selama ini kulakukan. Rabbigfirliy🤲🏻😇🙏🏻 Sambil menantikan anakku Hany dari sekolah, hari ini adalah hari pertamanya pulang menggunakan alat angkutan umum. Ada sedikit rasa khawatir dan gelisah menantikannya namun semua telah kuserahkan pdaNya. Alhamdulillah akhirnya anakku datang juga. Segala yang terjadi hari ini begitu membuatku kembli sangat menyadari diri sebagai manusia yang tak memiliki dy upaya selain krenaNya.

JANGAN SOMBONG....BERSYUKURLAH NAK!!!

Keberhasilanmu meraih prestasi kali ini, Bukanlah karenamu,bukan pula karena bunda. Namun karenaNya,ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA. Tak berhenti bunda mendoakan kesuksesanmu. tiada jemu bunda berharap berkah Allah atasmu. Dan tanpa jenuh bunda meminta istiqomahmu kepadaNya. Anakku sayang....Raihany Salsabilah Dini Muslim. Kunamai dirimu berharap sesuai dengan karakter cantikmu. Sosok yg bisa membawa kami mencium keharuman surga. Sosok yang slalu memegang teguh akidah Islam. Sosok yang akan slalu teguh menjalankan hidup. sesuai syariat dan hakekat ISLAM. Senantiasa sadar bahwa semua yang terjadi karenaNYA. Dan atas kehendakNYA. ALLAH AZZA WA JALLA. YAA RABBY.... Jagalah anakku dari segala fitnah buruk dunia. Jauhkan dia dari iri dan dengki duniawi. Tegakkan langkahnya menuju cinta kasihMU. Luruskan jalannya menuju akidahMU. Hingga berkah cintaMU menjadi tujuan mutlaknya. Dan harum surgaMU menjadi alasannya dalam melangkah.