Belajar untuk ikhlas,
Belajar untuk tulus,
Melatih diri untuk senantiasa bersabar,
Menerima semua yang telah terjadi sebagai garis kudrat Yang Kuasa.
Meskipun rasa tak rela masih juga muncul.
Tak rela ketika yang kutanam dipetik orang tanpa izin.
Tak rela jika tanamanku direnggut orang lain tanpa konfirmasi.
Tak rela jika yang kutanam dihancurkan orang2 tak bertanggung jawab.
Berlatih mengaplikasikan "sadar diri" dalam kehidupan sehari-hari.
Berlatih dengan penuh kesadaran diri,bahwasanya tiada seorang manusia di dunia ini yang sempurna hingga kuharus memaksakan semua orang berlaku seperti keinginanku.
Berlatih menekan segala negatif thinking dan menggantinya dengan positif thinking.
Berlatih untuk tak menyalahkan orang lain atas kemalangan yg menimpa diri.
Meskipun terkadang jelas orang telah berlaku tak adil.
Hingga hati kadang teriak,
Ketika keadilan itu tercabik.
Oh,keadilan....
Dimanakah kau tatkala mereka menyesakkanku?
Kemanakah kau ketika mereka mengambil hakku?
Keserakahan mereka kadang membuatku muak dan ingin berontak,
Namun lagi2 keseimbangan rasa dan pikir merajai hati.
Hati kecilku berbisik lirih,
"kau tak perlu sedih dan kecewa,biarkan sj mereka.
Toh,mereka semakin menampakkan aura aslinya.
Biarkan mereka menjadi artisnya dan dirimu sebagai pemeran pengganti. Meskipun bayarannya kecil namun usahamu di mata Allah tak pernah diabaikan olehNya."
Subhanallaaah,
Begitu sempurnanya Dia sang maha pencipta,
Yang telah menciptakan manusia dengan bermacam karakter.
Ada si A yang gila jabatan hingga menghalalkan segala cara,
Ada si B yang mau menonjol dan menjatuhkan orang lain.
Dan ada si C yang menjadi korban si A dan si B.
Naudzubillaahi min dzalik.
Semoga kita terhindar dari kelompok orang2 yang akan merugi di akhirat kelak.
Komentar
Posting Komentar