Terbangun kaget gara2 seorang anak remaja laki2 yang kira2 berusia 17 tahun mengetuk pintu sambil berkata"rumput di samping rumahnya mau saya cabutkan bu?" karena kaget dan juga takut, sy menjawab'"ndakji dek". Sambil kembali memelas dia kembali berkata" saya kira mauki bu,biar sy cabutkan rumputnya" sayapun tetap menjawab "tidakji dek". Diapun pergi dan menuju rumah tetangga,karena penasaran,sy mengamati apa yg terjadi. Ternyata sang tetanggapun menolaknya,bahkan mengusirnya. Entah darimana datangnya,tiba2 dadaku terasa sesak menahan rasa iba yang mendera. Inilah mungkin yang dikatakan "rasa kemanusiaan", "messi nyawa" kata orang bugis. Secepat kilat kusambar mukena dan berlari mencari remaja itu dikarenakan rasa bersalahku,menyadari bahwa dia mungkin memang sedang membutuhkan bantuan. Untung saja ku bisa mandapatkannya. Hampir saja rasa bersalah ini tak berujung. Kupun bertanya dia darimana dan mengapa sampai di tempat ini. Dia jawab "sy dari rmh kakak di labili2 bu,sampai di tempat ini hanya mau cari kerja biar dapat uang".Tak dapat kubendung sesaknya dadaku,ingin menangis rasanya. Subhanallaah😭😭😭. Begitu kerasnya kehidupan yang tak pandang bulu,bahkan menghampiri jiwa2 yang menurutku belum bertanggung jawab dalam memandirikan diri dalam hal finansial. Namun begitulah sepak terjang hidup. Datang menghampiri manusia mengatasnamakan garis nasib ataupun kodrat. Tak ada satupun yang mampu menolak ataupun menghindar darinya. (tanpa bermaksud riya) Akhirnya,kuberikan sedikit ala kadarnya sebagai ongkos pulang dan sisanya dapat beli makanan. Sambil berkata" sabar yah,dan tetap jujur dalam hidup. InsyaAllah kejujuran dan kerja kerasmu akan membawamu ke kehidupan yang lebih baik lagi.Amin😇
Sampai di rumah kumengisahkan hal ini pada anakku,memberinya hikmah bahwa tidak semua anak bisa beruntung mendapatkan kesempatan untuk belajar,makan,dan tidur dengan nyaman nak. Maka gunakanlah kesempatanmu sebaik2nya. Hargailah setiap kenyamanan yang kau dapatkan. Dan teruslah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. TanpaNya,kita tiada daya dan upaya. Laa haula walaa quwata illaa billaah.
Komentar
Posting Komentar