Tak sanggup kumemikirnya lagi,
Entah firasat apakah ini?
Atau,ini hanyalah bunga-bunga tidurku?
Sungguh terkadang ini menjadi kebingunganku,
Harapan karam namun tetap beriak,
Kupinta hatiku untuk tak lagi menyimpan asa untuknya,
Terkadang lenyap bayang dirinya,
Tak terpikirkan,
Dia kembali menjelma dalam mimpi-mimpiku,
Menghampiriku dengan senyuman khasnya,
Senyuman yang membuatku terpesona,
Senyum tulus seorang hamba,
Senyum tenang seorang pencinta,
Tampak aura bersahaja pada wajahnya,
Hingga membuatku begitu tenangnya,
Membuatku merasa terbuai dalam tatap teduhnya.
Komentar
Posting Komentar