بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ancaman itu datang tatkala diri bertahan pada prinsip
Menolak keras segala pengatasnamaan "kebersamaan" tanpa musyawarah
Kiranya diri dapat menjadi insan yang berguna bagi diri sendiri
Yang tak larut dan manggut-manggut pada kesemena-menaan
Tidak!
Tidak ada provokasi, tidak ada keras hati
Kita bicara bukan tentang keras hati tapi tentang *sahnya sebuah keputusan"
Pun bukan tentang nilai "mata uang" tapi kembali tentang indahnya "sipakalebbi" sebagai dasar budaya kita.
Tak ada yang bertindak sebagai provokator,
Karena kami punya hati nurani
Yang mampu berbicara dan bertindak tegas terhadap sebuah "kekeliruan" dan juga "kesalahan".
Meski mulut tak mengatakan "salah" namun hati kecil tetap akan berkata "salah"
Itulah "naluri"
Naluri yang takkan pernah berdusta.
Kemarin kumasih menjadi manusia
Yang kadang turut,ikut dan larut pada hal yang kadang tak sesuai hati nurani
Namun sekarang "Tidak Lagi"
Saya akan bertahan pada "kebenaran"
Dan meneguhkan amanah yang diberikan Allah Subhanahu Wata'ala
Sebagai khalifah dalam menjalankan amar ma'ruf nahi munkar
LAKUM DIINUKUM WALIYADIIN
Lakukan apapun yang kau anggap benar
Namun jangan mencari-cari "kesalahan" orang lain agar terlihat "benar"

Komentar
Posting Komentar