Hati yang ikhlas...,
Teruslah tulus dalam berlaku,
Tetaplah santun dalam bertutur kata,
Dan tetaplah istiqomah berjuang dalam kebaikan,
Dunia fanaa,
Keikhlasan kini diuji,
Ketulusan saat ini tengah dipertanyakan,
Bukan kepada siapa,tapi kepada dirimu sendiri.
Sudah ikhlaskah dirimu?
Setulus apakah perjuanganmu?
Dan sepositif apakah dirimu berpikir tentang orang lain?
Ya,bukan dia dan mereka yang harus kamu pertanyakan keburukannya,karena mereka tak bisa menjadi seperti yg kamu harapkan.
Kamu yang menanam bisa saja orang lain yg menggarapnya.
Semua itu lumrah dalam kisah hidup duniawi.
Lantas haruskah kamu menyalahkan dia atau mereka yg telah berlaku naif padamu?
Atau bisakah kamu menahan mereka berlaku tak adil padamu?
TIDAK...!!!
Kamu seorang takkan mampu mengubah orang lain,
Namun kamu mampu mengubah dirimu yang awalnya terlalu menanggapi atau meratapi ketidakadilan yang terjadi pada hidupmu,
Ayo,bangkitlah!!!
Tetap istiqomah dalam berbuat!!!
Biarkan mereka memetik hasilnya,yang bahkan merupakan hasil dari tanamanmu.
Bukankah itu semua rahmatNya???
Kamu tetap bisa menabur benih kebaikan di atas namamu? Di atas kerja kerasmu?
Wallaahu a'lam bissawaab.
Semua hanya bercerita tentang gemerlap dunia,
Semua hanya bisa berkisah tentang kesuksesannya berada di depan layar.
Tak mengapa,
Biarkan dirimu tetap rendah hati,
Menjadi ibarat stuntmen.
Yang berjuang keras memperagakan adegan sampai berdarah-darah,
namun sang artis lah yang tershoot kamera.
Namun,meskipun demikian,
Tetaplah tersenyum sebagai wujud kerendahan hatimu,
Meskipun tardzalimi sekaligus terabaikan.
Allah melihatmu dari kacamataNya.
Bukan dari kacamata mereka yang hatinya berselimut keserakahan dunia.
Hati yang ikhlas...,
Teruslah tulus dalam berlaku,
Tetaplah santun dalam bertutur kata,
Dan tetaplah istiqomah berjuang dalam kebaikan,
Dunia fanaa,
Keikhlasan kini diuji,
Ketulusan saat ini tengah dipertanyakan,
Bukan kepada siapa,tapi kepada dirimu sendiri.
Sudah ikhlaskah dirimu?
Setulus apakah perjuanganmu?
Dan sepositif apakah dirimu berpikir tentang orang lain?
Ya,bukan dia dan mereka yang harus kamu pertanyakan keburukannya,karena mereka tak bisa menjadi seperti yg kamu harapkan.
Kamu yang menanam bisa saja orang lain yg menggarapnya.
Semua itu lumrah dalam kisah hidup duniawi.
Lantas haruskah kamu menyalahkan dia atau mereka yg telah berlaku naif padamu?
Atau bisakah kamu menahan mereka berlaku tak adil padamu?
TIDAK...!!!
Kamu seorang takkan mampu mengubah orang lain,
Namun kamu mampu mengubah dirimu yang awalnya terlalu menanggapi atau meratapi ketidakadilan yang terjadi pada hidupmu,
Ayo,bangkitlah!!!
Tetap istiqomah dalam berbuat!!!
Biarkan mereka memetik hasilnya,yang bahkan merupakan hasil dari tanamanmu.
Bukankah itu semua rahmatNya???
Kamu tetap bisa menabur benih kebaikan di atas namamu? Di atas kerja kerasmu?
Wallaahu a'lam bissawaab.
Semua hanya bercerita tentang gemerlap dunia,
Semua hanya bisa berkisah tentang kesuksesannya berada di depan layar.
Tak mengapa,
Biarkan dirimu tetap rendah hati,
Menjadi ibarat stuntmen.
Yang berjuang keras memperagakan adegan sampai berdarah-darah,
namun sang artis lah yang tershoot kamera.
Namun,meskipun demikian,
Tetaplah tersenyum sebagai wujud kerendahan hatimu,
Meskipun tardzalimi sekaligus terabaikan.
Allah melihatmu dari kacamataNya.
Bukan dari kacamata mereka yang hatinya berselimut keserakahan dunia.
Aamiin,
BalasHapusRasa sakit "tidak disebabkan oleh rasa sakit itu sendiri namun disebabkan oleh penilaian anda atasnya, dan anda punya kekuatan untuk dibangkitkan pada setiap saat." - Marcus Aurelius
It's all about your perspective. Ubah suasana hati dengan mengubah apa yang dipikirkan. Tetap bertumbuh.
Betul....the all about our perspective.Dan kitapun takkan bisa memaksakan orang lain untuk berubah ke arah pemikiran kita,maka diri kita sendirilah yg harus mengubah pikiran. Thanks yah.
Hapus